Pembekalan Keterampilan Kewirausahaan Pembuatan Sabun pada Eks-Narapidana Bapas Kelas II Madiun
Main Article Content
Abstract
Eks-narapidana sering menghadapi berbagai hambatan dalam proses reintegrasi sosial, seperti stigma masyarakat, keterbatasan kesempatan kerja, dan minimnya keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memperoleh penghasilan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko residivisme serta menghambat kemandirian ekonomi mereka. Sebagai upaya untuk mendukung proses reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Madiun bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembekalan keterampilan kewirausahaan pembuatan sabun cair bagi eks-narapidana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, menumbuhkan motivasi berwirausaha, serta memperkuat rasa percaya diri dalam memulai usaha mandiri. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi langsung dan praktik pembuatan sabun secara berkelompok. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta eks-narapidana yang memperoleh materi mengenai alat dan bahan, prosedur pembuatan, serta praktik produksi sabun cair. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan sabun dengan baik, memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif, serta menunjukkan peningkatan motivasi kewirausahaan dan kepercayaan diri. Selain itu, keterampilan yang diperoleh berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif skala rumahan dengan modal yang relatif terjangkau. Dengan demikian, pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan ini dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, mendukung reintegrasi sosial, dan mengurangi risiko residivisme pada eks-narapidana.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.