Eksistensi Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Dalam Menghadapi Modernisasi Masyarakat Minangkabau
Keywords:
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, modernisasi, pelestarian budaya, MinangkabauAbstract
Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan landasan hidup masyarakat Minangkabau yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dengan ajaran Islam. Namun, arus modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi informasi mengancam eksistensi falsafah ini, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi ABS-SBK di tengah modernisasi, mengidentifikasi tantangannya, serta mengeksplorasi strategi adaptasi dan pelestarian masyarakat Minangkabau. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif dengan menganalisis 23 sumber yang terbit pada 2000–2025. Hasil menunjukkan eksistensi ABS-SBK bersifat dialektis: mengalami erosi akibat melemahnya pemahaman generasi muda, terbatasnya pedoman operasional, dan pengaruh budaya asing yang individualistis-hedonistis; namun di sisi lain masyarakat Minangkabau adaptif melalui integrasi ABS-SBK dalam kurikulum (PKBAM dan PUPB), revitalisasi surau, platform digital (model Flatfom ABS-SBK), penguatan lembaga adat (KAN dan LKAAM), serta pewarisan nilai melalui diaspora. Keberlanjutan ABS-SBK memerlukan sinergi tungku tigo sajarangan (ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai), peran aktif bundo kanduang dan generasi muda, serta pedoman operasional yang jelas agar falsafah ini benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.




