Rancang Bangun Weather Vulnerability Index sebagai Kerangka Awal Impact-Based Forecasting di Kabupaten Sarmi
Keywords:
Impact-Based Forecasting, kerentanan cuaca, METAR/SPECI, risiko cuaca operasional, Weather Vulnerability IndexAbstract
Transformasi layanan meteorologi menuju Impact-Based Forecasting (IBF) menuntut penyedia informasi cuaca untuk tidak hanya menyampaikan fenomena meteorologi, tetapi juga mengomunikasikan potensi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan operasional wilayah. Tantangan utama pada stasiun meteorologi daerah adalah keterbatasan data dampak, sumber daya teknis, dan infrastruktur komputasi yang diperlukan untuk membangun sistem IBF yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka awal IBF yang operasional dan mudah diterapkan melalui pemanfaatan data observasi permukaan Meteorological Aerodrome Report (METAR) dan Aviation Selected Special Weather Report (SPECI) di Kabupaten Sarmi. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif deskriptif dengan membangun baseline klimatologis per jam observasi, menghitung risk score berdasarkan kejadian awan Cumulonimbus dan penurunan jarak pandang, serta menyusun Weather Vulnerability Index (WVI) sebagai indikator kerentanan cuaca operasional. Data yang dianalisis mencakup seluruh laporan METAR dan SPECI Stasiun Meteorologi Mararena-Sarmi selama tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sarmi memiliki nilai WVI sebesar 8,3 yang termasuk kategori sedang, dengan November sebagai bulan berisiko tertinggi dan pukul 14 UTC sebagai periode operasional paling rentan terhadap cuaca signifikan. Kerangka yang dikembangkan mampu menerjemahkan data observasi meteorologi menjadi informasi risiko yang lebih kontekstual dan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam implementasi awal IBF di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.




