Esports, Identitas Digital, Dan Budaya Konsumsi Pemuda Urban Di Kota Makassar

Authors

  • Hery Maulana Arif Universitas Negeri Makassar, Indonesia ID

Keywords:

Esports, Budaya Konsumsi, Identitas Digital, Pemuda Urban, Makassar

Abstract

Perkembangan esports telah mengubah pola konsumsi, interaksi sosial, dan pembentukan identitas digital pemuda urban di Kota Makassar. Namun, kajian mengenai esports sebagai budaya konsumsi dan arena negosiasi identitas di Indonesia Timur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kepemilikan item virtual, mekanisme gacha, dan budaya kompetitif dalam game membentuk identitas sosial serta perilaku konsumsi pemuda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen pada komunitas gamer di Makassar. Analisis didasarkan pada Consumer Culture Theory (CCT), konsep extended self, dan teori simulakra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skin premium berfungsi sebagai simbol status yang menciptakan stratifikasi sosial digital, sementara kemudahan transaksi QRIS dan sistem gacha mendorong perilaku konsumsi impulsif. Selain itu, desain game kompetitif turut menormalisasi perilaku toksik dalam komunitas esports. Penelitian ini menyimpulkan bahwa esports tidak lagi sekadar hiburan digital, tetapi telah menjadi arena produksi identitas, konsumsi simbolik, dan reproduksi ketimpangan sosial di kalangan pemuda urban.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Arif, H. M. (2026). Esports, Identitas Digital, Dan Budaya Konsumsi Pemuda Urban Di Kota Makassar. Current Research on Practice Economics and Sharia Finance (CAPITAL), 3(4), 114–122. Retrieved from https://malaqbipublisher.com/index.php/CAPITAL/article/view/1129

Issue

Section

Articles