Pengaruh Nomophobia dan Prokrastinasi Akademik terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa

Authors

Keywords:

Kesehatan Mental, Mahasiswa, Nomophobia, Prokrastinasi Akademik

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan faktor krusial yang berkontribusi terhadap keberhasilan studi dan keseimbangan psikologis di lingkungan perguruan tinggi. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut meningkatkan intensitas penggunaan smartphone di kalangan mahasiswa, yang berpotensi menimbulkan kondisi nomophobia serta perilaku prokrastinasi akademik. Kedua fenomena tersebut diduga memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nomophobia dan prokrastinasi akademik terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berskala Likert 1–5. Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta analisis regresi linear berganda yang didukung oleh uji F dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomophobia dan prokrastinasi akademik berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Peneliti ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan penggunaan smartphone serta penguatan regulasi diri dalam aktivitas akademik sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-01-28

How to Cite

Tri Nanda Syahpitri, & Dichi Akbar Wahyudi. (2026). Pengaruh Nomophobia dan Prokrastinasi Akademik terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa. Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, 3(3), 184–190. Retrieved from https://malaqbipublisher.com/index.php/MAKSI/article/view/934

Issue

Section

Article