Global Citizenship dalam Kurikulum PAI: Mempersiapkan Generasi Muslim yang Toleran dan Responsif terhadap Isu Dunia
Keywords:
Global Citizenship, Kurikulum PAI, Generasi Muslim, Toleran, MultikulturalAbstract
Global citizenship education (GCE) menuntut pengembangan kompetensi siswa yang melampaui batas nasional termasuk kesadaran etis, keterampilan antarbudaya, dan respons terhadap isu global. Artikel ini menelaah bagaimana dimensi global dan multikultural dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membentuk generasi Muslim yang toleran dan responsif terhadap persoalan dunia. Melalui kajian literatur pada jurnal nasional dan internasional (2020–2025), dipetakan konsep-konsep GCE relevan dengan prinsip-prinsip PAI, model pedagogis yang efektif, tantangan implementasi, dan bukti empiris praktik terbaik. Temuan menunjukkan tiga ranah utama: (a) justifikasi teologis dan etis dari integrasi perspektif global dalam PAI; (b) strategi kurikulum dan model pembelajaran kontekstual yang mengembangkan empati, berpikir kritis, dan kompetensi lintas-budaya; serta (c) hambatan struktural dan sosiokultural yang perlu diatasi termasuk resistensi lokal, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan pengembangan kapasitas guru. Artikel ini merekomendasikan (1) kurikulum tematik yang menggabungkan isu global ke dalam kompetensi PAI, (2) pendekatan pembelajaran aktif dan dialogis, serta (3) penguatan pelatihan guru dan bahan ajar multicultural (Syafrudin, et al, 2025). Implikasi penelitian menekankan bahwa PAI yang dirancang untuk global citizenship dapat memperkuat toleransi dan kapasitas respons sosial bagi generasi Muslim di era globalisasi.




