Konflik Islam, Adat, dan Modernitas dalam Budaya Minangkabau di Era Digital

Authors

  • Frizti Mayendi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Yusfita Sari Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Ahmad Rafiky Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Fathoni Hidayatulloh Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Hoktaviandri Hoktaviandri STAI YPI AL-Ikhlas Painan

Keywords:

Islam, Adat Minangkabau, Modernitas, Era Digital, Konflik Budaya

Abstract

Konsep Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) mencerminkan identitas budaya yang kuat dari masyarakat Minangkabau, yang berasal dari perpaduan antara Islam dengan ritual-ritual kuno. Namun, kehidupan masyarakat Minangkabau telah dipengaruhi oleh sejumlah perubahan sosial yang ditimbulkan oleh kemunculan modernitas dan era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketegangan yang muncul antara Islam, adat, dan modernitas dalam budaya Minangkabau serta mengidentifikasi upaya masyarakat dalam melestarikan identitas budayanya di tengah perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dan metodologi kualitatif. Informasi mengenai budaya Minangkabau, Islam, adat, dan modernitas dikumpulkan dari berbagai buku, artikel jurnal, dan sumber akademis. Melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, data dianalisis menggunakan metodologi deskriptif-kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya konflik antara Islam, adat, dan modernitas dalam sejumlah aspek kehidupan masyarakat, termasuk penggunaan media digital, sistem kekerabatan, perkawinan, peran mamak, gaya hidup generasi muda, serta adat istiadat. Di satu sisi, modernitas dapat mengikis signifikansi lembaga-lembaga adat dan menggantikan nilai-nilai tradisional. Namun, era digital juga menciptakan peluang baru bagi budaya Minangkabau untuk dilestarikan dan diperkenalkan secara lebih luas. Oleh karena itu, agar Islam, adat istiadat tradisional, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat Minangkabau modern, diperlukan upaya integratif melalui penguatan prinsip-prinsip ABS-SBK.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-23

How to Cite

Frizti Mayendi, Yusfita Sari, Ahmad Rafiky, Fathoni Hidayatulloh, & Hoktaviandri Hoktaviandri. (2026). Konflik Islam, Adat, dan Modernitas dalam Budaya Minangkabau di Era Digital. Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, 3(5), 281–290. Retrieved from https://malaqbipublisher.com/index.php/MAKSI/article/view/1215

Issue

Section

Article