Konflik Islam, Adat, dan Modernitas dalam Budaya Minangkabau di Era Digital
Keywords:
Islam, Adat Minangkabau, Modernitas, Era Digital, Konflik BudayaAbstract
Konsep Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) mencerminkan identitas budaya yang kuat dari masyarakat Minangkabau, yang berasal dari perpaduan antara Islam dengan ritual-ritual kuno. Namun, kehidupan masyarakat Minangkabau telah dipengaruhi oleh sejumlah perubahan sosial yang ditimbulkan oleh kemunculan modernitas dan era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketegangan yang muncul antara Islam, adat, dan modernitas dalam budaya Minangkabau serta mengidentifikasi upaya masyarakat dalam melestarikan identitas budayanya di tengah perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dan metodologi kualitatif. Informasi mengenai budaya Minangkabau, Islam, adat, dan modernitas dikumpulkan dari berbagai buku, artikel jurnal, dan sumber akademis. Melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, data dianalisis menggunakan metodologi deskriptif-kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya konflik antara Islam, adat, dan modernitas dalam sejumlah aspek kehidupan masyarakat, termasuk penggunaan media digital, sistem kekerabatan, perkawinan, peran mamak, gaya hidup generasi muda, serta adat istiadat. Di satu sisi, modernitas dapat mengikis signifikansi lembaga-lembaga adat dan menggantikan nilai-nilai tradisional. Namun, era digital juga menciptakan peluang baru bagi budaya Minangkabau untuk dilestarikan dan diperkenalkan secara lebih luas. Oleh karena itu, agar Islam, adat istiadat tradisional, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat Minangkabau modern, diperlukan upaya integratif melalui penguatan prinsip-prinsip ABS-SBK.




