Islam dan Tradisi Lokal Minangkabau
Keywords:
Islam, Tradisi Lokal, Minangkabau, Akulturasi Budaya, Adat Basandi SyarakAbstract
Penelitian ini membahas hubungan antara Islam dan tradisi lokal Minangkabau yang terbentuk melalui proses akulturasi dan integrasi nilai dalam kehidupan masyarakat. Islam tidak diposisikan sebagai unsur yang menghapus budaya lokal, tetapi sebagai sumber nilai normatif yang memberikan arah dan penguatan terhadap praktik adat. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi landasan utama yang menghubungkan adat dan syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Tradisi seperti baralek, batagak penghulu, khatam Al-Qur’an, dan musyawarah nagari menunjukkan adanya internalisasi nilai Islam dalam budaya lokal. Peran surau juga memperkuat proses pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berbudaya. Namun, modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan tradisi lokal karena terjadinya pergeseran nilai pada generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan budaya Minangkabau sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara nilai agama, budaya, dan perubahan zaman.Downloads
Download data is not yet available.
Published
2026-06-11
How to Cite
Hoktaviandri Hoktaviandri, Nurika Romadhani, Lathifah Hilman Nisa, Nurfadila Kirana Yasmine, & Salsabila Ananda Syahputri. (2026). Islam dan Tradisi Lokal Minangkabau. Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, 3(5), 162–176. Retrieved from https://malaqbipublisher.com/index.php/MAKSI/article/view/1182
Issue
Section
Article
Copyright & Licensing




